Sebagian calon pembeli memilih arah hadap rumah berdasarkan pertimbangan feng shui atau kepercayaan turun-temurun soal keberuntungan. Ada alasan lain yang jauh lebih teknis dan terukur untuk memperhitungkan arah hadap rumah sejak awal. Yaitu pengaruhnya terhadap suhu ruangan yang berujung pada besar tagihan listrik bulanan.
Arah Hadap Rumah Dan Pengaruhnya Terhadap Suhu Ruangan
Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat posisi matahari jatuh hampir tegak lurus ke bumi sepanjang tahun. Sinar matahari yang jatuh ke permukaan dinding dan atap rumah membawa panas dalam jumlah besar. Dan banyaknya panas yang terserap sangat bergantung pada sisi mana dari rumah yang paling sering terpapar sinar langsung.
Daftar isi Tampilkan Sembunyikan
Rumah yang menghadap barat cenderung menerima paparan matahari sore secara langsung dalam intensitas tinggi. Pada pukul dua hingga pukul lima sore, sudut matahari berada relatif rendah. Dan sinarnya menghantam dinding maupun jendela sisi barat hampir tanpa halangan. Sehingga dinding menyerap panas dalam jumlah besar dan melepaskannya perlahan ke dalam ruangan sepanjang malam.
Sebaliknya, rumah yang menghadap timur mendapat perlakuan sinar yang berbeda. Sisi ini hanya terkena sinar matahari pagi yang jauh lebih lunak, di tambah suhu udara pagi yang masih sejuk. Panas yang sempat terserap dinding lebih cepat hilang begitu matahari bergerak naik.
Akibatnya, arah hadap ini terasa langsung pada suhu dalam rumah. Rumah dengan sisi barat yang terus menerus kena sinar langsung biasanya terasa pengap menjelang malam. Dan penghuni cenderung menyalakan AC lebih awal serta menyetelnya pada suhu lebih rendah supaya ruangan terasa nyaman.
Panas dari sisi barat tidak langsung hilang saat matahari terbenam. Beton dan bata memiliki sifat menyimpan kalor. Sehingga dinding tetap melepaskan hawa panas ke dalam ruangan selama beberapa jam setelah malam tiba. Kamar tidur yang berada tepat di sisi barat merasakan dampak terbesarnya, terutama ketika suhu luar sedang tinggi-tingginya.
Dari sisi bangunan, arah utara-selatan biasanya lebih bersahabat untuk wilayah tropis seperti Indonesia. Sinar matahari yang mengenai kedua sisi ini cenderung miring dan tidak tegak lurus. Sehingga dinding menyerap panas lebih sedikit dibanding sisi barat atau timur.
Sebagai gambaran sederhana, dua rumah dengan ukuran dan spesifikasi yang sama bisa memiliki tagihan listrik yang berbeda cukup jauh hanya karena arah hadapnya berbeda. Rumah yang menghadap barat dengan jendela besar tanpa peneduh berpotensi mengonsumsi listrik AC lebih banyak. Sedangkan rumah yang menghadap utara atau selatan dengan bukaan yang teduh cenderung lebih hemat.
Selisih tagihan akibat arah hadap berubah mengikuti musim. Pada musim kemarau, ketika suhu udara tinggi dan langit cerah tanpa penghalang awan. Selisih konsumsi listrik antara rumah menghadap barat dan rumah menghadap utara-selatan terlihat jauh lebih mencolok. Terutama karena AC menyala lebih lama pada sore hingga malam hari.
Elemen Desain Rumah Meredam Panas Berlebih
Ukuran dan posisi jendela ikut menentukan seberapa besar panas yang masuk. Kaca lebar yang menghadap barat tanpa pelindung bekerja seperti lensa pembesar. Radiasi matahari masuk nyaris tanpa saringan dan cepat memanaskan udara di dalam ruangan.
Kanopi, tritisan atap yang lebih panjang, atau tanaman rambat pada sisi barat rumah bisa membantu meredam sebagian sinar matahari sebelum mengenai dinding. Bayangan yang di hasilkan menahan suhu permukaan dinding tetap lebih rendah, dan panas yang merambat ke dalam ruangan pun berkurang.
Sirkulasi udara menentukan seberapa cepat panas yang sudah masuk dapat keluar kembali. Bukaan yang saling berhadapan, misalnya jendela di dua sisi ruangan. Membiarkan udara panas keluar dengan sendirinya, dan ruangan pun tidak sepenuhnya bergantung pada AC untuk terasa sejuk. Ventilasi di dekat plafon menambah efeknya, karena udara panas yang naik memiliki jalan keluar.
Warna dan jenis atap menghasilkan perbedaan suhu yang nyata. Atap gelap menyerap panas lebih banyak dan meneruskannya ke plafon. Sementara atap berlapis insulasi atau berwarna terang memantulkan sebagian sinar sebelum sempat menembus ke dalam rumah.
Tata letak ruang di dalam rumah idealnya menyesuaikan arah hadap, tidak hanya bagian luarnya. Dapur dan kamar mandi, yang sudah memiliki sumber panas sendiri dari kompor atau water heater. Sebaiknya tidak di tempatkan di sisi barat agar tidak menambah beban panas ganda. Sebaliknya, ruang tidur akan lebih nyaman jika diletakkan di sisi yang lebih teduh sepanjang hari.
Orientasi atap berkaitan dengan potensi pemasangan panel surya di masa depan. Atap yang menghadap utara atau selatan dengan sedikit halangan biasanya menerima paparan matahari yang lebih merata sepanjang hari. Dan lebih optimal untuk menghasilkan listrik daripada atap yang ternaungi bangunan lain atau menghadap arah dengan sudut matahari ekstrem.
Pohon peneduh di halaman menurunkan suhu dengan cara yang berbeda dari kanopi. Daunnya menyerap dan memantulkan sebagian radiasi matahari, sementara penguapan air dari permukaan daun mendinginkan udara di sekitar rumah. Pohon yang cukup besar di sisi barat atau selatan menahan sinar sore lebih awal, jauh sebelum sampai ke dinding.
Di perumahan modern, arah hadap rumah biasanya sudah ditentukan oleh tata letak jalan dan blok. Dan calon pembeli jarang punya keleluasaan untuk memilihnya. Yang bisa dilakukan adalah menyiapkan penyesuaian, seperti memasang tirai tebal atau kaca film pada sisi yang paling sering terkena matahari.
Arah hadap memang bukan satu-satunya penyebab tagihan listrik naik. Usia peralatan elektronik, kebiasaan menyalakan lampu siang hari, dan kerapatan isolasi rumah sama-sama berpengaruh. Dari semua faktor itu, arah hadap yang paling sulit di ubah setelah rumah berdiri. Karena itu perlu Anda pikirkan se dini mungkin sebelum pindah.
Bagi Anda yang sedang mengincar rumah baru, mengecek arah hadap bangunan terhadap posisi matahari bisa menjadi bagian dari survei lokasi. Sama pentingnya dengan mengecek akses jalan atau kedekatan dengan fasilitas umum. Bertanya kepada pengembang mengenai orientasi bangunan dan desain bukaan jendela membantu memperkirakan kenyamanan termal rumah sebelum benar-benar menempatinya.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menilai rumah hanya dari tampilan depan dan denah ruangannya saat kunjungan siang hari. Tanpa membayangkan bagaimana rumah tersebut akan terasa saat matahari sore menyorot langsung ke salah satu sisinya. Simulasi sederhana seperti mengunjungi lokasi pada jam yang berbeda, termasuk sore hari. Bisa memberi Anda gambaran yang jauh lebih akurat sebelum memutuskan membeli.
Tertarik untuk menemukan unit properti dengan orientasi bangunan yang hemat energi? Segera konsultasikan kebutuhan rumah keluarga Anda langsung dengan tim PT Tomoland!
📞 Layanan Informasi Lebih Lanjut: WhatsApp / Telp: 0821-4212-5500


